Rabu, 29 September 2010

Guru Honorer 5 Tahun Segera Diangkat CPNS [Tribunnews.com - Rabu, 30 Juni 2010 08:49 WIB]

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Guru honorer yang mengajar sebelum tahun 2005 agar melakukan verifikasi data di Badan Pusat Statistik (BPS) mulai Juli - September 2010.

Verifikasi data ini diperlukan agar guru honorer tersebut dapat diangkat statusnya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tanpa tes dengan kualifikasi dan syarat tertentu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Profesi Pendidik, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemendiknas, Achmad Dasuki di Jakarta, sesuai rilis kemendiknas, Selasa (29/6).

"Pengangkatan guru non-PNS menjadi CPNS tanpa tes merupakan komitmen para wakil DPR dan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer yang tercecer, terselip, dan tertinggal ini," ujar Dasuki.

Ia menjelaskan, setiap guru berstatus bukan PNS yang mengajar sebelum tahun 2005 berhak mendapatkan kenaikan status menjadi CPNS asalkan memenuhi kualifikasi dan syarat tertentu.

"Dia mengajar terus menerus tanpa putus, memenuhi 24 jam mengajar per minggu, diangkat oleh pejabat yang berwenang, serta penghasilannya dibiayai oleh APBN dan APBD," papar Dasuki.

Guru yang telah melakukan verifikasi data dan dinyatakan lulus, tidak dapat diangkat sekaligus dalam tahun yang sama. Karena anggaran pemerintah terbatas. Guru yang tidak lolos verifikasi akan dikembalikan pada pemerintah daerah. Pemda  berkewajiban memberikan gaji di atas UMR (upah minimum regional).

Ia juga menjelaskan bahwa sejak diberlakukannya peraturan mengenai otonomi daerah, maka kebijakan pendidikan di tingkat dasar dan menengah, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Permasalahan tercecernya guru honorer di daerah akibat pengangkatan yang dilakukan sepihak oleh Kepala Sekolah. Mulai tahun 2014, Kepala Sekolah yang masih mengangkat tenaga honorer, maka Surat Keputusan pengangkatan dirinya sebagai Kepala Sekolah akan langsung dicabut. (*)


Skripsiku "22 September 2010"

Jum'at 3 September 2010 dengan penuh perjuangan, daftar ujian saya lakukan. Dan konfirmasi ke Ketua Prodi pun saya lakukan. Hasil konfirmasi ini memberikan lampu hijau bahwa saya akan melakukan ujian skripsi di tanggal sekitar 20 an September, atau habis lebaran. 
Habis lebaran telah usai, Kuliah pertama pun di lakukan tepatnya tanggal 14 September 2010, seperti biasa kondisi UNNES habis lebaran masih lengang. Dan ditanggal 22 September keluarlah jadwal ujian saya......


Berikut Abstrak dari skripsi saya :

Safudin. 2010. Pengembangan Bahan Ajar Berupa Trainer Mikrokontroler ATMega 8535 dan Petunjuk Praktikum Mata Kuliah Sistem Mikrokontroler di Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Kata Kunci   : Trainer, mikrokontroler, bahan ajar, petunjuk praktikum, jobsheet

            Bahan Ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Jenis bahan ajar adalah lembar informasi, operation sheet, jobsheet, worksheet, handout, modul. Yang sudah dimiliki pihak jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang adalah MPF-1 untuk mempelajari kuliah Mikroprossesor. Namun untuk mempelajari Mikrokontroler belum ada, maka penulis berinisiatif mengembangkan bahan ajar trainer Mikrokontroler ATMega 8535 dan petunjuk praktikum. Dalam penelitian ini bertujuan : 1) merencanakan, membuat dan menguji bahan ajar berupa trainer mikrokontroler ATMega 8535, dan 2) validasi petunjuk praktikum untuk mata kuliah Sistem Mikrokontroler di Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.
            Dalam merencanakan Trainer menggunakan metode literatur, kemudian dilanjutkan pembuatan dengan metode eksperimen laboratories. Hasil bahan ajar trainer mikrokontroler ATMega 8535 merupakan alat trainer dalam bentuk satu kesatuan ukuran 50 x 30 cm yang didalamnya sudah terdapat rangkaian mikrokontroler, DAC, RTC & EEPROM, led & buzzer, analog & digital sensor, dc motor, stepper motor, 7 segment, LCD, dan keypad 4x4. Untuk kemudian dilakukan pengujian secara teknis dan dilanjutkan pengembangan petunjuk praktikum untuk melengkapi trainer tersebut.
Bahan ajar petunjuk praktikum ini telah divalidasi pada responden dosen ahli di jurusan teknik elektro Universitas Negeri Semarang. Berdasarkan hasil angket validasi yang telah diberikan, pada responden dosen secara umum sudah baik (84,74%). Dari perumusan instrumen evaluasi yang mencakup karakteristik panduan praktikum, penggunaan tata tulis, dan kelayakan isi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: dalam perencanaan, pembuatan, dan pengujian telah dihasilkan bahan ajar Trainer Mikrokontroler ATMega 8535 dan petunjuk praktikum pada mata kuliah Sistem Mikrokontroler.
Menurut dosen, yang dihasilkan baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Sistem Mikrokontroler. Saran yang diberikan penulis yaitu 1) perlu dirancang Trainer Mikrokontroler ATMega 8535 versi 2 yang dilengkapi dengan penutup, kelemahan ini harapannya diperbaiki pada pengembangan selanjutnya, 2) kepada instansi perguruan tinggi diharapkan agar bahan ajar ini dipergunakan sebagai media pembelajaran,3)untuk langkah selanjutnya bahan ajar dikembangkan lagi sehingga bisa menjadi produk jual dari Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang ke instansi pendidikan lainnya.